Yang namanya tersesat di jalan, gara-gara malu bertanya atau tersesat salah pilih barang karena tak detail menanyakan manfaat spesifik dan komposisinya, ya bakalan rugi karena tak sesuai dengan kebutuhan. Selain rugi materi, rugi pula waktu dan tenaga.
Pun jika tersesat diurusan perbankan, karena malas bertanya. Sudahlah rugi waktu, menunda urusan tranfer sampai berhari-hari, menikmati antrian karena harus bela-belain datang ke bank, pekerjaan di kantor pun jadi tertunda. Seperti pengalaman saya 3 bulan lalu.
Malam itu, saya mendapat kabar tentang sesuatu hal dari sepupu saya, Tika, via telephone. Karena mendengar kabar itu, saya tergerak untuk mentranfser uang kepada Tika. Sepupu saya ini, tinggal di salah satu kabupaten di Pulau Sumatera, sedangkan saat ini saya berada di Jakarta.
Saat saya menanyakan nomor rekening Tika, ternyata banknya berbeda dengan bank tempat saya menyimpan pundi-pundi rezeki selama hampir 6 tahun ini. Ya, Tika, bukan nasabah BNI. Ia, berprofesi sebagai guru dan berstatus PNS, jadi bank daerahlah tempat ia menyimpan uang. Tentu saja tak masalah berbeda bank, kan bisa tetap transfer, toh?
Esoknya, saat menyambangi ATM BNI dan ingin melakukan pentransferan, tentu saya mencari tau dulu kode dari bank yang ia sebutkan. Namun, setelah saya amati, scrool ke bawah, ke atas, ke kanan dan ke kiri, mata saya tak menemukan nama bank yang dimaksud oleh Tika.
Anggaplah nama bank yang disebut Tika adalah bank SS. Ini Bukan nama bank yang sebenarnya ya, dan gak ada juga di Indonesia nama bank ini :) Nah, di layar ATM di menu "kode bank" yang saya lihat adalah bank SSBB. Saya pikir, nama bank ini tentu berbeda dong dengan bank SS, meski mirip. Dalam hati berkata, apa bank ini tak bekerjasama dengan BNI? Karena tak yakin, jadi saya menunda untuk mentransfernya.
Pun jika tersesat diurusan perbankan, karena malas bertanya. Sudahlah rugi waktu, menunda urusan tranfer sampai berhari-hari, menikmati antrian karena harus bela-belain datang ke bank, pekerjaan di kantor pun jadi tertunda. Seperti pengalaman saya 3 bulan lalu.
Malam itu, saya mendapat kabar tentang sesuatu hal dari sepupu saya, Tika, via telephone. Karena mendengar kabar itu, saya tergerak untuk mentranfser uang kepada Tika. Sepupu saya ini, tinggal di salah satu kabupaten di Pulau Sumatera, sedangkan saat ini saya berada di Jakarta.
Saat saya menanyakan nomor rekening Tika, ternyata banknya berbeda dengan bank tempat saya menyimpan pundi-pundi rezeki selama hampir 6 tahun ini. Ya, Tika, bukan nasabah BNI. Ia, berprofesi sebagai guru dan berstatus PNS, jadi bank daerahlah tempat ia menyimpan uang. Tentu saja tak masalah berbeda bank, kan bisa tetap transfer, toh?
Esoknya, saat menyambangi ATM BNI dan ingin melakukan pentransferan, tentu saya mencari tau dulu kode dari bank yang ia sebutkan. Namun, setelah saya amati, scrool ke bawah, ke atas, ke kanan dan ke kiri, mata saya tak menemukan nama bank yang dimaksud oleh Tika.
Anggaplah nama bank yang disebut Tika adalah bank SS. Ini Bukan nama bank yang sebenarnya ya, dan gak ada juga di Indonesia nama bank ini :) Nah, di layar ATM di menu "kode bank" yang saya lihat adalah bank SSBB. Saya pikir, nama bank ini tentu berbeda dong dengan bank SS, meski mirip. Dalam hati berkata, apa bank ini tak bekerjasama dengan BNI? Karena tak yakin, jadi saya menunda untuk mentransfernya.
Saya pun menyuruh Tika agar mencari tau kalau-kalau ada teman kantornya yang punya rekening BNI atau bank lain, selain dari bank SS, demi memudahkan urusan transfer. Namun, berhubung teman-teman kantornya rata-rata guru dan PNS, jadi rekening bank yang mereka miliki, ya bank yang sama.
Ya sudah, Tika pun menyarankan agar saya mentransfer tunai via bank saja. Rupanya via kliring yang ia maksud. Saya pun menyetujui, meski itu perlu waktu yang tak singkat untuk sampai ke rekeningnya, pakai biaya pula :))
Selain itu, jujur, karena saya membayangkan mesti antri di bank untuk urusan transfer ini, sementara saya juga harus bekerja, maka saya sempat menundanya sekitar 5 hari, lho. Namun, karena itu uang harus segera ditransfer, kalau kelamaan ntar jadi basi, maka mau gak mau saya harus menyesuaikan ritme jam kerja saya, alias harus mencari waktu yang pas untuk bisa melakukan hal itu.
Setelah 5 hari berlalu, sekitar pukul 10.30 WIB, sampailah saya di BNI Utan Kayu, Jakarta Timur, bank terdekat dari kantor saya. Dengan sok pede, saya mengisi formulir pengiriman uang/kliring setelah sebelumnya mengambil nomor antrian.
![]() |
Suasana Bank BNI Utan Kayu, Jakarta Timur. |
"Ting tung...."
"Nomor antrian 065, silahkan menuju ke teller 2."
Begitu bunyi speaker dari balik layar elektronik yang berisi informasi pengaturan nomor antrian yang ada di dalam bank.
Karena itu adalah nomor saya, bergegaslah kaki jenjang ini menuju teller yang dimaksud. Seorang lelaki tampan berpakaian rapi menanyakan apa keperluan saya, ketika sampai di meja teller.
- "Saya mau setor uang tunai untuk transfer nih, mas," jawab saya sambil menyodorkan form pengiriman uang yang sudah saya isi.
"Banknya beda soalnya, mas. Dan setelah saya cek di ATM, gak ada tuh nama bank yang dimaksud oleh sepupu saya, makanya saya transfer tunai saja"
"Bank apa, mbak?" Tanyanya."Bank SS. Tapi kode bank yang ada di ATM, adanya kode Bank SSBB""Oh, itu sama mbak. Memang sekarang nama bank dua daerah ini, Bank SS dan Bank BB itu digabung (sejak 2009). Makanya, di layar ATM nama kode banknya pun bergabung jadi bank SSBB." jelasnya."Masak" ??"Ya, kalau gak percaya, silahkan mbak coba dulu transfer di ATM dengan kode bank tersebut. Kalau kode banknya gak sesuai, tentu tidak akan muncul nama si penerima rekening yang dituju," sang teller meyakinkan saya.
Tapi, saya masih ngeyelll alias gak yakin.."Beneran apa mas? Kalau ternyata saya coba di ATM, trus gagal atau gak bisa, saya balik ke sini lagi ya, dan tanpa antri ya mas. Tolong jelasin sama satpamnya soal hal ini, biar saya gak dimarahin satpam kalau saya balik lagi ke sini gak pakai antri," jawab saya cerewet. (Yaelah, dasar cewek, hihihi)
" Oh My God, tak sampai 2 menit prosesnya, namun
saya sampai memikirkan dan menundanya hingga 5 hari dan meski rela antri
di bank pula.
Itu karena ketidaktahuan saya kalau dua nama bank daerah tadi digabung jadi
satu, yang karena hal ini, saya menganggap nama bank yang dimaksud Tika
tak ada di layar ATM BNI... Du...du..du..du...."
![]() |
Terima kasih ATM BNI, berkat kamu urusan transfer jadi lancar. |
Hmmmm,
Kalau ingat ini saya jadi malu sendiri, itu lah gunanya bertanya. Jangan malas! Iya, saya memang malas cari tahu waktu itu. Manapula, si Tika juga gak ngeh soal kode banknya, jadi ya dobel gak tau, hahahaha .
Andaikan saja saya bertanya dulu ke Customer Service kantor BNI Utan Kayu melalui telephone, atau ke call center BNI 1500046, atau searching di internet, saya tentu akan mendapat informasi yang benar soal ini. Dan, waktu saya pun tak akan terbuang sia-sia demi untuk mengisi form kliring dan menikmati antrian. Plus, harus menunda transferan sampai beberapa hari, karena harus menyesuaikan dengan kegiatan saya. Iya dong, kalau datang ke bank langsung, butuh waktu yang lowong, toh..?
Benar kata orang, malu bertanya, sesat dijalan. Dan saya benar-benar tersesat saat itu, sesat di kode bank, transfer uang pun tertunda gara-gara ketidakpraktisan yang telat dipecahkan.
Nah, karena tak mau nasabah atau calon nasabahnya banyak yang tersesat diurusan perbankan, BNI baru-baru ini telah mempermudahnya. BNI memanfaatkan peran media sosial twitter yang begitu berkembang dan praktis, agar kita mudah mendapatkan informasi yang benar dan cepat. Punya twitter, kan..?
Ya, kini BNI menyediakan fitur di media sosial twitter dengan hashtag #AskBNI. Ini untuk menumbuhkan kesadaran agar jangan malu dan sungkan untuk bertanya.
Ada apa dengan fitur ini ?
Nah, dibalik fitur dengan menggunakan hashtag yang sederhana dan gampang diingat ini, nasabah atau pengguna twitter bisa mendapatkan informasi lengkap tentang produk dan layanan BNI. Misalnya, jika ingin tahu persyaratan untuk membuka Taplus, Tapenas, Debit Card, kartu tertelan atau hilang, dan masih banyak lagi. Selain itu, promo tiket pesawat dan promo hotel yang tengah ditawarkan oleh BNI saja, bisa kita cari tau lewat #AskBNI. Keren, kan?
Bagaimana caranya? Mudah kok, follow dulu akun Twitter BNI : @BNI46 lalu kirimkan Direct Message (DM) dengan hashtag tertentu, yang sesuai dengan informasi apa yang Anda inginkan.
Di bawah ini caranya ....

Jika kita ingin mencari tau maskapai yang melakukan promo di musim libur Imlek ini, misalnya, hashtag yang digunakan tak selalu berawalan dengan #AskBNI. Tapi bisa langsung saja diketik #Promo #Travel, maka keluarlah beberapa pilihan maskapai yang tengah promo berikut harga tiketnya, seperti yang saya lakukan kemarin.
![]() |
Jawaban dari #AskBNI soal promo tiket ini, masih ada scrool lagi sampai ke bawah, lho. |
Pertanyaan kita akan dijawab secara cepat, karena sistem ini sudah diatur melalui mesin, jadi begitu kita bertanya dengan hashtag yang tepat, otomatis langsung mendapatkan jawaban. Jika ada pertanyaan atau hashtag yang belum bisa diberikan jawaban, maka bisa ketik #HelpBNI, untuk mengetahui hashtag apa saja yang tersedia di #ASKBNI
Mudahkan?
Hayo, yang gak mau tersesat seperti yang saya alami, jangan malas untuk bertanya. Apalagi urusan ini sudah dipermudah oleh BNI. Jadi, kita tak perlu repot lagi untuk menelpon kantor cabang BNI atau call center BNI. Tak perlu juga mention twitter BNI atau facebook BNI untuk sekedar bertanya persyaratan membuka Taplus BNI, misalnya, karena semuanya kini bisa dijawab secara praktis dan cepat dengan fitur #AskBNI.
Semua ini bertujuan agar kita tak ragu, bimbang, resah dan panik, terhadap ketidaktahuan informasi yang kita rasakan. Percayalah, mau bertanya, tak akan sesat di jalan. Malas bertanya, (ujung-ujungnya) akan merepotkan diri sendiri.
Sayang sungguh sayang tempat menyimpan rezeki bukan bank BNI tapi bank lain hihi. Dan dimanapun kita menyimpan rezeki yang pasti harus aman.
ReplyDeleteDan sekarang juga tiap bank lainnya juga sudah semakin maju dan modern saja memudahkan untuk pengguna secara luas ya mba :)
Hai Mbak Wida, iya, keamanan dan kepuasan nasabah haruslah dinomorsatukan oleh masing masing bank tentu ya, bila perlu bnak juga membuat fitur-fitur yang memudahkan nasabah untuk informasi atau kemudahan layanan, biar tambah lengket sama banknya, hehehe
DeleteHaaa, kalo aku tersesat gak apa-apa kok, mbak. Selama bisa ngobrol sama tellernya *eh :-D
ReplyDeletehiyaa, mau ngambil kesempata ngobrol manja dengan teler yang cantik, ya, hehehe
Deletesaya malah suka tersesat biar bisa tanya2 sama mbaknya *ini mah modus :)
ReplyDeletehe he he
btw dulu punya tabungan bni, tapi udah lama nonaktif, secara tabungannya cuma numpang lewat aja buat bayar gajian. hi hi hi
tapi tertarik bikin lagi ah kapan2
Modus juga nih, manfaatin ketersesatan buat pedekate, hehehe.. Tapi, gak papa, kalau tujuanny agar demi lebih gampang mengerti prrsyaratan buka Taplus BNI, kalau dilayani teller yang ramah :))
DeleteGue malah belum punya atm sendiri ._.
ReplyDeleteKalau ada masalah apa-apa minjem rekening temen. Hehehe ._.
Katrok banget yaa...
Ask BNI ini memang ditujukan bagi kalangan muda-muda nih. Karena lebih mendekatkan ke media sosial yang notabene anak-anak muda. Jadi yaa, bank BNI mau menjaring potensi anak-anak muda. Tapi, worth it banget kok sama pelayanan bank BNI. Gue kalau beli online selalu pake BNI, walaupun dari teller bank. Mbak teller-nya sampe hapal sama gue. Entah itu kebanggaan tersendiri atau gimana :p
Ih, Wahyu asik tuh pengalamannya bersama BNI.
DeleteDan #AskBNI, selin untuk anak muda, juga menjangkau ke emak-emak dan bapak- bapak, lho, yang bermain di media sosial tentunya :))
aku nasabah sejak 2007, makanya ikutan lomba ini juga... :)
ReplyDeleteWow, sudah lama juga ya mbak jadi nasabah BNI, kalau aku dari 2011 :)) Good luck ya mbak buat kita :))
DeleteTerima kasih atas infonya min, Salam kenal ya :)
ReplyDeleteSama-sama :) Salam kenal kembali.
Deletewah, ikutan kontes nih, gudlak, ane telat mulis
ReplyDeletekenapa telat ikit mas, sibuk ya? hehehe #kepo
Deletekalau nanyak pasti gk bakal antri lama ya mbak bwt transfer si tika, hihi, pengalaman beharga..
ReplyDeletebni emang oye bgd yak, bnr2 mmbrikan kemudhan bagi nasabahnya, cakep
yoi mbak, malas bertanya merepotkan diri sendiri jadinya, hihihih
Deletekalau saya sih .. kadang2 bukan malu bertanya ... tapi suka sotoy .. :D jadi bikin ribet sendiri
ReplyDeletehahah, sotoy juga bikun repot juga ujung-ujungnya dan malu sendiri...hihiih...tapi saya juga pernah sih sotoy (sok tahu), hehehe
DeleteHaha seru tu pengalamannya
ReplyDeletekalau urusan bank saya mah pilih tanya dulu deh daripada udah cape antri taunya salah, biasanya tanya2 sama securitynya tapi ga semua security tau banyak :) kadang ada juga yg jawabnya ga yakin.
Hehe, betul mas, saya juga sebelumnya nanyain ke securitynya, tapi dia juga gak yakin dan mengarahkan saya ke teller saja langsung, maka terjadilah percakapan saya dengan sang teller, seperti yang saya ceritakan di artikel ini, hehehe..
DeleteIni pengalaman banget deh agar jgn malas bertanya melalui call center BNI atau orang yang lebih mengerti, biar gak menikmati antrian, hehehe
semakin banyak fasilitas yang memanjakan customernya ya. Great work, BNI :)
ReplyDeleteiya mbak, jadi lebih mudah sekarang utk urusan tanya-tanya, hehehe
DeleteMalu bertanya sesat di kamar mertua. Hahahaha...
ReplyDeleteHush!
Bertanya itu, salah satu hobbiku.
Alhamdullillah, masih sering juga tersesat.
Hahahaha...
Apalagi kalau malu bertanya yaa...
Gak pulang-pulang deh...
hihihi,sering bertanya saja masih sesat ya mbak, apalagi gak bertanya sama sekali, hehehe
DeleteMalu bertanya sesat di mana mana, hiks
ReplyDeletemakanya aku juga banyak nanya...
salam kenal mbak eka