Taman Kodok, Tempat Mengusir Penat

Beruntunglah kantor tempat saya bekerja dekat dengan taman. Jadi, kalau lagi penat dan bosan melihat kompi dan suasana kantor, atau pengen curhat sama teman, saya bisa “melarikan diri” ke taman. Di taman ini saya bisa duduk santai sambil pesan makanan atau ngopi. Hijaunya pepohonan dan bunga-bunga syantik juga bisa dinikmati di sini. Suara muncratan air mancur dan desiran angin sepoy nan manja, menjadi teman yang bisa menghilangkan kegalauan. Tsah..

Taman Kodok
 
Iya, kantorku yang berada di kawasan Menteng, Jakarta, berdekatan dengan Taman Kodok.  Jaraknya sekitar 100 meterlah dari tempat saya mengais rezeki. Saat saya ke sini, suasananya selalu sepi. Ya maklum, saya biasa main ke sini sekitar jam 10 pagi, 12 siang atau jam 3 siang, makanya tamannya masih sepi. Tapi coba kalau pagi hari, semisal jam 7 pagi atau sore, wah rame. Ada banyak komunitas atau adik-adik pelajar/ mahasiswa yang suka berkumpul di sini. Seperti pecinta olahraga, penyayang hewan, dsb.


Area tempat duduk kala siang. Masih sepi kan? hehehe

Taman ini berdekatan atau bersebelahan dengan Taman Menteng. Kalau Taman Menteng, areanya lebih luas dan dijadikan tempat olahraga. Di sini, Anda bisa main volley, basket, bulutangkis, sepakbola atau kegiatan olahraga lainnya dari pagi sampai malam. Gratis. Kalau Taman Kodok, memang hanya digunakan untuk duduk-duduk saja atau berkumpul bersama rekan-rekan, karena tak seluas Taman Menteng.

Kala sore, di taman ini saya pernah melihat ada yang latihan nari, gerak jalan, ada pertemuan dog lovers atau ada sesi pemotretan model oleh beberapa fotografer. Banyak spot-spot menarik di tempat ini.  

Penjual makanan juga ramai di tempat ini, ada lebih 10 warung dan gerobak yang berjejer. Jadi kalau kelaperan atau haus, tinggal pesan saja. Dari mulai nasi padang, nasi rames, siomay, soto, bakso, pempek, batagor, mi ayam, es degan dan lain-lain. Penjual kopi panas keliling pun banyak. Mereka berjualan pakai sepeda. Sepedanya biasanya ngetem di Taman Menteng. 



Bagi yang muslim, kalau mau beribadah bisa sambangi masjid yang ada di samping Taman Kodok atau berada di area Taman Mentang. Jalan kaki aja beberapa langkah, sudah nyampe tuh di masjid, lengkap dengan kamar mandinya.

Kawasan taman ini tak pernah mati. Selalu ramai. Pedagangpun tetap berjualan di Sabtu dan Minggu. Menurut abang yang berjualan siomay di sana, justru di akhir pekan terutama di pagi hari, lebih banyak pembelinya. Karena di hari itulah orang keluar rumah untuk berolahraga dan berkumpul. Mulai dari komunitas, pelajar ataupun mahasiswa.

Oh ya, kenapa taman ini disebut taman kodok? Bukan taman kucing, taman ular atau taman bebek? Karena emang banyak patung kodok di tempat ini. Patungnya yang berjumlah sekitar 6 itu mengelilingi area air mancur.

Si Kodok
Selain ada kodok, ada juga pohon kurma dan bebungaan lho. Meski kecil, taman ini terawat lho. Bisa dilihat dari tanamannya yang tumbuh subur dan rapi.  Air mancur juga nyala. Ini salah satu tanda kalau taman ini "berfungsi". Coba kalau air mancurnya gak pernah nyala atau rusak, ya bearti gak dirawat tuh taman, hehehe. Tapi ya wajar juga kalau taman ini dirawat karena berada di kawasan Ring 1 Ibu kota.  



Baca juga: The Garden of La Piazza, Spot Instagramable di Jakarta 

Terima kasih bapak/ ibu Dinas Pertamanan Jakarta Pusat yang sudah perhatian sama taman ini. Karena dengan terawatnya taman ini, saya dan warga Jakarta lainnya jadi ada niat lho buat nongkrong di sini. Baik untuk menghilangkan penat, bersosialisasi atau sekadar menikmati suara gemericik air mancurnya yang ngademin. Ah!

Baek-baek ya, dok

4 comments

  1. Halo, Mba Eka.. salam kenal.

    Selama tinggal di Jakarta dan ke Taman Menteng, belum pernah ke Taman Kodok. Abisnya terlihat kecil yaa. Ternyata bagus dan ada air mancurnya. :D

    Btw, kalau pergi ke Bandung, mba Eka juga bisa "melarikan" di ke hutan kota Babakan Siliwangi. Meski namanya hutan, tapi letaknya di tengah kota. Enak juga buat usir penat. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Nia, Salam kenal kembali.

      Wow, aku diajak melarikan diri ke hutan tapi hutannya di tengah kota. Baeklah mbak :))

      Delete
  2. asri banget dan air mancurnya tambah bikin adem, asyik ya duduk2 di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi mbak, air mancurnya menarik minat untuk nongkrong di sana, hehehhe

      Delete

Hai,

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap di hati. Okeh..