Featured Slider

MRT Jakarta, Kujajal Kau Dengan Euforia Kepo Nan Manjah

Kehadiran MRT Jakarta beberapa hari ini, bikin penasaran warga Ibukota.

Termasuk Eneng, Bang.....

Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta, yang dalam bahasa Inggrisnya Jakarta Mass Rapid Transit baru saja diresmikan. Euforianya masih terasa saat saya mengetik tulisan ini.

MRT Jakarta

Yang namanya moda transportasi baru, ya tentulah orang ingin mencicipinya. Gak peduli strata sosialnya, mau dia horang kayah, orang kurang mampu atau orang biasa sajah seperti diriku yang manjah ini, pengen semua mau cobain MRT. Kata-kata 'kampungan' karena dianggap norak gegara euforia mencoba MRT, kayaknya perlu dihilangkan. Gak perlu lah pake malu dan gengsi.

Taman Kodok, Tempat Mengusir Penat

Beruntunglah kantor tempat saya bekerja dekat dengan taman. Jadi, kalau lagi penat dan bosan melihat kompi dan suasana kantor, atau pengen curhat sama teman, saya bisa “melarikan diri” ke taman. Di taman ini saya bisa duduk santai sambil pesan makanan atau ngopi. Hijaunya pepohonan dan bunga-bunga syantik juga bisa dinikmati di sini. Suara muncratan air mancur dan desiran angin sepoy nan manja, menjadi teman yang bisa menghilangkan kegalauan. Tsah..

Taman Kodok
Iya, kantorku yang berada di kawasan Menteng, Jakarta, berdekatan dengan Taman Kodok. Jaraknya sekitar 100 meterlah dari tempat saya mengais rezeki. Saat saya ke sini, suasananya selalu sepi. Ya maklum, saya biasa main ke sini sekitar jam 10 pagi, 12 siang atau jam 3 siang, makanya tamannya masih sepi. Di jam-jam tersebut saya biasanya beli nasi atau camilan di sana untuk dimakan di kantor.

The Garden of La Piazza, Spot Instagramable di Jakarta

Sudah lama daku gak main ke sudut La Piazza, Kelapa Gading Jakarta. Eh, pas kemarin jalan-jalan ke sana, Sabtu (2/2/2019), kaget euy, ada perubahan spot area. Tempat yang dulu hanya kosong dan cuma diisi kursi-kursi dan meja untuk tempat makan kala malam hari, kini disulap menjadi kebun bunga.

Tempat ini diberi nama “The Garden of La Piazza”.

Rupanya, "penyulapan' ini sudah hampir satu tahun lamanya. Kemanakah daku selama ini? Hingga tak tahu ada tempat kece dan cetar terpampang nyata seperti ini?

The Garden of La Piazza

Yuhu, masuk ke dalamnya bunga-bunga syantik nan manja bertaburan mengelilingi tempat ini, menyambut pengunjung yang datang. Persis seperti kebun bunga. Memanjakan mata. Indah. Ah...

Rela Mencari Sayur Busuk Demi Hijaukan Kampung Rawasari

Kampung Hijau

Baunya anyir. Penampakkannya.... iihh... jorok, seperti sampah berair di dalam tong plastik. Warnanya coklat, diatas airnya mengapung sayur-mayur busuk. Sungguh tak elok dipandang.

Seorang perempuan berusia 61 tahun yang masih nampak gesit itu, menunjukkan pemandangan ‘jorok’ itu kepada saya. Setelah penutup tong dibukanya, secepat kilat pula ia menutupnya kembali. Mungkin ia juga tak kuat melihatnya.

Tak sampai dua detik menutup tong tadi, dengan pedenya ia membuka semacam keran yang menempel di tong, sehingga keluarlah air berwarna coklat bak air comberan itu.

“Nih, (penampakan) airnya,” ujarnya.

Saya meringis manis melihatnya. Untung sedang tidak ngemil makanan, hahahaha...

Ternyata, yang ditunjukkan perempuan itu kepada saya adalah pupuk kompos cair (pupuk kompos ada juga yang padat). Pupuk ini adalah hasil penguraian secara biologis bahan-bahan organik dari sayur-sayuran atau buah busuk.

Meski sudah sering mendengar istilah pupuk kompos sejak saya masih imut dulu, tapi baru kali ini saya melihatnya langsung. Itu karena saya bertandang ke Kampung Rawasari Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta,  jadi ketemu deh sama si kompos, Sabtu pagi itu. Bagi saya yang jarang bercocok tanam ini, melihat penampakan pupuk kompos, sesuatu sekali. 

Jangan Buang-buang Nasi, Gaes!



Saya paling sebal melihat orang yang sering tidak menghabiskan nasi. Kadang disisain sesendok di pinggir piringnya, malah ada yang cuma menyantap setengah piring saja. Trus, yang setengah itu, ya dibuang. Alasannya: sudah kenyang.

Mbok ya, kalau merasa perut sudah agak penuhan sebelum makan besar, ngambil nasinya sedikit-dikit aja toh, biar gak kebuang.

Ada lagi yang beralasan, lauk dalam piringnya udah habis, jadi gak ada rasa atau gak enak kalau makan nasinya doang. Alhasil, nasinya ditinggalin begitu saja. Kasihan atuh ngelihat nasinya.