Mati Lampu


Tamunya sih gak keberatan mbak pijitan dalam kondisi gelap-gelapan dan AC gak nyala. Lah, kitanya yang bakal enggap dan keringeten. Pakai AC saja masih keringetan saat memijat apalagi AC mati

Itu tadi cerita Mbak Dina, salah satu terapis di tempat massage langganan saya di daerah Rawamangun, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Ia bercerita soal pemadaman listrik yang terjadi di sebagian Pulau Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan  sekitarnya) pada Minggu (4/8/2019). 

Di tempat massage ini, listrik padam selama 9 jam. Karena tempat kos saya tak jauh dari kawasan ini, maka saya pun idem, merasakannya selama waktu itu.

Jadi kemarin, semua terapis hanya menerima satu pelanggan saja. Itu pun pelanggan yang pertama datang. Setelah itu kami gak nerima lagi, karena panas dan keringetan, meski tamunya mau-mau saja dipijat dalam kondisi gelap-gelapan” tambahnya.


Biasanya, Mbak Dina dan rekan-rekannya, dalam sehari bisa menerima 4 tamu. Melayani satu tamu biasanya menghabiskan waktu 1,5 hingga 2 jam, tergantung permintaan.

Dengan kondisi aliran listrik yang terputus, ia dan rekan-rekan ya hanya nganggur saja di tempat massage. Meski para tamu tetap berdatangan namun mereka tolak dengan alasan di atas.
 
Ilustrasi


Kebelet mau buang air besar, sementara air tak ada karena PDAM ikutan mati, Mbak Dina pun mengangkut air galon dari lantai bawah ke atas. (Kamar mandi cewek ada di lantai atas). Air galon itu harusnya digunakan untuk air minum para pelanggan di tempat massage itu. Karena keadaannya terpaksa, ya mau gak mau menggunakan air itu untuk bebersih.

"Ngangkut sendiri mbak galonnya? Kuat? Gak minta bantuan terapis cowok?" Tanya saya.

"Untungnya kuat, mbak!" ujarnya sambil memijat kaki saya.

Kebayangkan galon segitu beratnya, saya aja gak kuat ngangkatnya, hahahha.

Sampai pukul 6 sore, lampu belum menyala juga, Mbak Dina dan rekan-rekanya pun menuju ke pasar swalayan terdekat, numpang ngadem, katanya.

Ya, tak cuma Mbak Dina saja yang mencari mall atau pasar swalayan besar, rata-rata orang pada ngacir semua ke mall, termasuk teman kos saya. Karena di pasar swalayan/ mall, lampu dan AC tetap menyala kerena mereka gunakan genset atau BTS, atau apa gitu deh istilahnya, hihihi. Pokoknya nyala aja kalau di pasar swalayan atau mall.

Maka itu, orang-orang pun berbondong bondong ke mall buat ngadem dan numpang sholat.


Saya mau ke mall ah, mau numpang sholat, setelah tadi saya sempat tayamum” ujar salah satu temen kos saya.

Nah, kalau saya saat listrik mulai mati sekitar pukul 12 siang, sedang membersihkan kipas angin. Saya membersihkannya dengan air yang mengucur dari keran di teras rumah. 

Air tiba-tiba mati, saya pikir mesinnya rusak atau ada yang matiin, ternyata karena listrik mati. Untunglah saat itu sudah tahap proses akhir pembersihan. 

Setelah bersihin kipas angin, saya mau mandi. Rencananya sih gitu, eaaaalah lampu mati. Daripada manyun dalam kamar, duduk syantiklah saya di ruang tamu sambil main hape dan memesan go food.

Saat itu, sekitar pukul 2 siang, meskipun mati lampu tapi jaringan telepon seluler masih ada, makanya bisa pesen go food. Eh, pas jam 4 sore, beneran ilang dah semua jaringan. Batre ponsel pun tinggal sedikit.

Sampai pukul 5 sore, ketika lampu tak kunjung menyala, saya kepikiran untuk main ke Mall Ambassador yang ada di Jakarta Selatan buat pijitan/ massage. Tujuan utamanya sih buat numpang ngecas ponsel dan numpang mandi. Karena di tempat massage itu, ada fasilitas spa, bak air panas dan tempat mandi tentunya.

Tapi, karena tak bisa memesan ojek online akibat putusnya jaringan, bikin saya ragu. ‘Kalau naik Transjakarta, wah bakalan lama nih perjalanan. Bisa-bisa sampai di sana sudah kemaleman, sementara saya butuh cepat” batin saya bilang begitu.

Lalu, dari belakang dinding kos, terdengar ada suami yang bilang sama isterinya ‘Gak usah ke mana-mana, jalan pada macet karena lampu merah gak berfungsi”.

Iya juga ya, bro. Kalau saya pergi ke mall tersebut, selain tak bisa memakai jasa ojek online, saya pun akan menemukan kemacetan.

Ya sudah, akhirnya saya memilih bertahan di kosan. 

Saya cuma pergi ke warung buat beli air kemasan besar buat pipis, cuci tangan atau cuci  muka. Rupanya tak hanya saya yang mencari air, bahkan beberapa orang yang ke warung barengan saya, mau beli air galon, tapi warung-warung sudah kehabisan stok semua karena diborong orang, hihiih. 

Oh ya, satu lagi barang yang dicari orang: lilin! Ini juga banyak toko yang kehabisin, hehehe.


Yang dicari ketika mati lampu

Saya sedang bobok-bobok syantik dan manjah, ketika cahaya lampu di kamar menyala, teraaang! Sekitar pukul 21.00 WIB teng. Terdengar ucapan "Alhamdullilah' dari beberapa penjuru rumah kos.

Legaaaaaaa banget rasanya. Saya langsung mandi dan ngecas HP. Untunglaaaah gak sampe besoknya baru nyala. Untung juga gak jadi ke Mall Ambassador demi numpang mandi, hahahaha.


Banyak kisah dari padamnya listrik secara serentak dan massal di sebagian Pulau Jawa pada Minggu itu. Pemadaman listrik terjadi selama 6 sampai 9 jam. 

Di tempat saya, terputusnya aliran listrik mulai pukul 12 siang, dan menyala lagi jam 9 malam teng. Tak ada yang menyangka kalau listrik akan mati selama itu. Selama ini, kalau pun mati ya paling 30 menit atau 2 jam. Lah, iki sampe 9 jam mas bro. Sampai Presiden Jokowi mendatangi kantor PLN untuk menanyakan penyebabnya.

Listrik mati bikin kagok sendiri. Apalagi, dampaknya merembet ke hal-hal lain. Misal, air pun ikut-ikutan mati. Di tempat saya pakai pompa air listrik, jadi kalau listrik mati, ya selesai urusan.


“Kupikir tetangga sebelah airnya tetap nyala, karena PDAM. Jadi bisa numpang ambil wudhu atau buang air kecil. Eh, gak tahunya mati juga” ujar salah satu teman kos.

Selama ini kita yang tinggal di kota besar terbiasa hidup dengan fasilitas lengkap yang disediakan negara: listrik, air, transportasi, jaringan internet, ATM/perbankan, dll. Dengan terputusnya aliran listrik, maka ‘meniadakan semuanya” dan berimbas pada pelayanan publik dan pelayanan digital. Pelaku usaha, paling terkena imbasnya.

Belum lagi kehebohan di medsos, tagar  #Matilampu dan #Matilistrik jadi trending topic di linimasa kemarin. Ya, itu karena kegelapan melingkupi Ibu Kota Jakarta di akhir pekan.

Ada juga yang bercerita soal ikan koinya yang mati semua, karena listrik mati. Salah satunya dari cuitan Sejarawan JJ Rizal di bawah ini yang saya capture dari akun twitter @JJRizal juga akun @icccxa.




Lalu, netizen pun berdebat soal kinerja PLN. Ada yang membela, juga ada yang nyinyir dan menyalahkan.

Rame dah pokoknya. Bahkan sampai 4 hari setelah pemadaman listrik berjam-jam di sebagian Pulau Jawa itu pun, masih rame diperbincangkan orang, baik di medsos maupun dunia nyata.

Untunglah pemadaman listrik secara massal ini  terjadi di hari libur atau akhir pekan. Bayangkan kalau terjadi di hari kerja?

Lagi berada di lift lantai 30, eh listrik mati. Apa kabar yang ada di dalam lift? Apa kabar juga kalau karyawannya mau turun atau naik ke lantai atas? Ya kudu naik tangga secara manual ke lantai 20 atau 30. Oh betapa capek dan ngos-ngosannya.

Lalu, pas pulang kerja/ kuliah eh..gak bisa pesen ojek online, karena jaringan gak ada. Mau naik angkutan umum lain, kudu jalan lagi, belum lagi harus berdesakan dengan penumpang lainnya. Eh, pas ngerogoh kocek, yach.... gak bawa uang cash. Mau ke ATM, mesinnya mati!

Yuhu, alangkah berdobel-dobel ‘apesnya”.


Tapi untunglah...ya untunglah terjadi di hari libur. Tuhan maha tahu kondisinya akan seperti apa. Semoga ada hikmahnya.


Nah, kalau Anda, apa cerita Anda saat mati lampu selama 9 jam beberapa hari lalu?

Nyalalah terus wahai lampu



25 comments

  1. waktu pemadaman listrik, aku lagi piknik berdua si bungsu ke puncak bareng warga RT. pas siang, sinyal ilang kirain krna lg di gunung aja. begitu bus masuk bogor sore hari, sinyal nyala lagi. baru tahu deh kalo ada pemadaman masal secara luas

    ReplyDelete
  2. Banyak juga yg ngungsi ke hotel ya Mba
    Kaya Raditya Dika tuh, malah jadi content d Youtube :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. di tempatku mati 1 jam aja mak..Alhamdulillah sih...gak sampe berjam-jam..Tapi selama ini ya biasa aja..karena di Madura udah pernah black out 3 bulan nonstop

    ReplyDelete
  4. akhirnya sudah ditanggulangi dan kita perlu berterimakasih kepada pihak yang sudah bekerja keras selama 2 hari ya :D

    ReplyDelete
  5. Di hari libur aja masih ada yang kejebak di lift sampai lemes. Katanya dia panik hingga sesak napas, tau-tau lift gelap dan gak bergerak. Pasti lah itu.

    Tetapi, memang lebih parah lagi kalau padamnya di hari kerja. KRL kalau lagi mogok di hari kerja aja, penumpangnya banyak yang kejebak di dalam. Padahal penuh banget itu di kereta.

    Mudah-mudahan jangan sampai kejadian lagi, deh. Jakarta dan sekitarnya hampa tanpa listrik dan sebagainya hehehe

    ReplyDelete
  6. Kemarin emang separah itu sih, dampaknya cukup significant apalagi pasca kejadian masih drama di twitter, perang pelanggan jawa dan non jawa.. duh ga kebanyak mumetnya PLN.. tapi emang kinerja mereka jadi keliatan sih bagus dan engganya... keungkap semua lewat curhatan2 gini

    ReplyDelete
  7. Waktu pemadaman kemarin kota Solo nggak kena. Tapi, sudah sering mengalami hal kek gini. Kalau di Solo ada pemberitahuan dulu jadi udah antisipasi. Beda cerita dulu saat di Manado, wah sering banget mati lampu bahkan bisa setengah hari ^^. Mati lampu gini jadi pelajaran juga bahwa mesti ada uang cash ya mbak di dompet hehehe sama nyetok lilin.

    ReplyDelete
  8. aku ga kebayang yang rumahnya di apartemen ya Eka, udah tinggi bangeeeeet, dan kebetulan fasilitas gensetnya juga seaadanya, pasti nangis itu kalo mati lampu pengapnyaaa luar biasa

    mau pergi pergi kudu naik turun tangga atau naik lift barang, karena biasanya kan lift utama suka mati juga

    aku mati lampu 2 hari full. Jadi yang namanya air, minta tetangga akhirnya yang kita pinjamkan genset. Di rumah, untung aja sudah selalu stok air di ember besaaaarrrrr 4 buah, jadi lumayan di hari pertama ga masalah. dan ini jadi hemat mata ga lhat gadget terus

    ReplyDelete
  9. Aku juga lihat ekspressi pak Jokowi pas ke PLN.
    Kelihatan banget beliau marah besar ya.

    Apalagi pas di bagian ini:

    ... bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian. Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop."

    Duh, makjleb banget!

    Last but not least,
    Semoga semua pihak bisa mengambil hikmah atas kejadian mati lampu ini

    ReplyDelete
  10. Ya Allah... di rumah saya yang lampu mati dua jam saja udah bikin suntuk nah ini sampai malam huhuhu... Semoga PLN baik-baik aja ya

    ReplyDelete
  11. duh itu kasihan banget ikan-ikannya pada mati
    efeknya emang kemana-mana ya mati lampu kemarin

    ReplyDelete
  12. Ngeri kali efek mati listrik di jakarta ya mbak. Kalau kami di daerah udah biasa mati listrik. Dan efeknya ga sampai seeprti itu. Semoga ga mati lagi listriknya ya

    ReplyDelete
  13. Pemadaman listrik yang tiba-tiba tanpa pemberitahuan dengan waktu pemadaman yang lama, pasti aja sangat merugikan banyak pihak.
    Semoga tidak akan terjadi lagi pemadaman lisriknya.

    ReplyDelete
  14. Kejadian blackout minggu lalu mengingatkan aku sama sodara muslim di Palestina yang apa-apa serba terbatas tapi masih bisa menghafalkan Al Quran dan tersenyum

    ReplyDelete
  15. Ya ampuun derita banget ya sudah mati air lalu mati lampu juga. Terus malah menjadi penyebab kekurangan pemasukan juga karena hanya bisa menerima tamu 1 orang.

    ReplyDelete
  16. Ini lihat si KOI jadi ingat temanku juga, 27 ikan koinya mati dan hanya 5 yang selamat. Tapi memang matinya listrik kemarin ada plus minusnya, semua bisa merasakan ini sih.

    ReplyDelete
  17. Ternyata gak seluruh Pulau Jawa juga yang kena pemadaman.
    Mertuaku rumahnya di Kebraon, gak padam sama sekali, tutur beliau.
    Tapi aku kena pemadaman juga siih...hiiks~
    Bandung lumayan lama euui...dan keesokan harinya, padam lagi.

    Huwwaaa~

    ReplyDelete
  18. Iya ternyata mati listrik hanya setingan belaka mba kasian rakyat, dibalik itu kejadian itu semua tenaga aseng masuk tumpahnya minyak Dan Alan didirikan PLN aseng juga����

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah kemarin pas listrik mati, mesin air baru aja selesai ngisi toren. Jadi gak terlalu khawatir soal air. Karena pemakaian air di rumah banyaknya pagi dan sore/malam pas udah pada pulang. Udah masak nasi juga dan hape baru kecharge juga. Yang bikin gelisah justru karena sinyal sempat ilang/down juga kan. Gak bisa hubungin anak2 yang lagi kegiatan di luar rumah. Bahkan SMS aja gak bisa. Sama gak punya cukup uang cash karena terbiasa cashless. Dan minimarket dekat rumah pun mesin edc nya gak bisa, jd belanja di warung ngumpulin recehan di rumah ��

    ReplyDelete
  20. Sedih sekali liat ikan2 itu mba.. huhu akuoun menulis tentang isu pemadaman listrik kemarin.. emang salah satu moment yang ngegemesin banget ya

    ReplyDelete
  21. Saya bisa merasakannya karena pernah tinggal di daerah yang memang susah listrik
    Saya tahu bagaimana tidak enaknya ketika semua terhenti karena tak ada listrik
    Tetapi
    Saya kembali lagi berusaha berpikir positif bahwa semua terjadi pasti ada hikmah yang ingin Tuhan berikan... tergantung manusianya, mau terima atau mengeluh

    ReplyDelete
  22. Saya memang nggak kena dampak pemadaman listrik di Pulau Jawa, tapi saya bisa paham perasaan orang-orang yang mengalaminya. Soalnya kadang kalau di tempat saya mati listrik total (kadang terjadi apabila ada mesin yang rusak dan seluruh listrik di satu kota dimatikan) itu berdampak sekali ke apa yang saya kerjakan. Juga kepada bisnis-bisnis di sekitaran~

    Ada yang usaha laundry sampai harus tutup, dan jadi terlambat menyelesaikan pesanan pelanggan. Ada juga usaha-usaha lain yang merugi karena listrik yang dimatikan dari pusat. Dari situ jadi belajar betapa pentingnya listrik untuk kehidupan sehari-hari kita. Sudah macam nafas :D

    Saya sampai berpikir, kalau mati listrik dan mati air itu betul-betul membuat hidup susah. Jadi bersyukur karena masih bisa hidup di mana dapat air dan listrik dengan mudah. Nggak kebayang kalau harus hidup di pelosok yang kesulitan dapat pasokan~ huhu.

    Semoga dengan kejadian kemarin kita jadi lebih waspada, misal dengan selalu bawa cash hehehe, dan selalu punya second plan :D dan semoga ke depannya nggak ada lagi pemadaman listrik di Indonesiaaaaa <3

    ReplyDelete
  23. 9 jam termasuk cepat berarti mba mati listriknya. kalo ditempat saya,kemarin mati listrik selama 2 hari. sedihnya itu, gak ada air. akhir nya terpaksa saya mandi pakai air aqua segalon.

    mudah2an gak kejadian lagi yaa mati listrik kayak kemarin..

    ReplyDelete
  24. Aku ngadem di mall pas malem aja mak, udah kegerahan, hahaha. Sesiangan untungnya banyak aktivitas, jd ga terlalu berasa deh.

    ReplyDelete
  25. untungnya di aku sih hanya mati 3 jam itu saja sdh bikin kesel

    ReplyDelete

Hai,

Silahkan tinggalkan komentar yang baik dan membangun ya....Karena yang baik itu, enak dibaca dan meresap di hati. Okeh..